Saturday, 28 July 2007

Racun Ngeblog

Sebuah posting dari blog utama saya

Sebenarnya saya sendiri seringkali merasa kebingungan atas kondisi diri saya sendiri ini. Betapa tidak, ketika saya mencoba untuk bertanya kepada diri saya "Untuk apa kamu selalu onleni ngeblog ?" Saya pasti bingung mau membalas pertanyaan itu dengan kata apa, saya merasa itu adalah tanda tanya besar untuk dijawab. Sebuah misteri yang sulit untuk disingkapkan. Dan sebuah pekerjaan rumah yang pantas untuk direnungkan lagi kebenarannya.

Karena memang saya merasa ada banyak perubahan dalam diri saya yang saya alami setelah aktif dalam dunia Blogosphere ini. Saya merasa ada perbedaan cara pandang yang begitu pokok dalam menghadapi berbagai masalah dalam realita sehari-hari saya. Saya rasakan adanya perkembangan yang entah itu baik atau buruk pada diri ini, tapi yang jelas ngeblog membuat pikiran saya selalu sibuk. Bukan sibuk mencari jalan keluar dari masalah yang saya yang sering kali menyelubungi kehidupan keseharian saya. Tapi sering sibuk untuk memikirkan ide yang bisa saya pakai untuk menulis dalam blog.

Dan tanpa terasa ngeblog telah membuat pondasi berpikir yang kuat dalam diri saya. Cara pandang, berpendapat, berpikir dan berbuat sehari-hari jadi begitu terinspirasi dan terdorong dari aktifitas ngeblog. Seolah hidup hanya untuk ngeblog dan karena ngeblog, Parah. Ngeblog adalah bagian dalam hidup ini. Racun ngeblog telah merasuk dengan sukses dan dalamnya dalam benak dan pikiran ini, seolah sudah ikut larut dalam aliran darah dan ikut serta dalam tarikan dan hembusan napasku. Racun itu telah menyatu dengan diri ini.

Tapi di balik diri yang terasa sesak untuk bergerak dari rengkuhan kuat racun ini, kadang saya berusaha berpikir, dimana ? Dimanakah sebenarnya daya tarik dan bagian yang mengandung racun dari aktifitas ini ? Pencarian pun saya mulai dengan menelusuri jalan lalu sebelum saya masuk dunia yang satu ini.

Pada awalnya saya merasa bahwa memiliki suatu alamat web sendiri itu hebat, keren dan meningkatkan semangat diri. Bermula dari hal ini pula ada sedikit harapan untuk meraup keuntungan dari dunia maya ini. Meski akhirnya hingga hari ini hal itu belum dapat terlaksana, karena malu dengan ejekan para tetangga yang sebenarnya memang tak perlu untuk dihiraukan. Urusan kita masing-masing. Berangkat dari ingin memperoleh dan merasakan menjadi keren dan hebat beserta kemungkinan untuk meraup untung itulah, akhirnya tanpa rasa seperti itu yang mendasari dengan kuat blog ii tercipta. Blog ini tercipta begitu saja dengan hanya dilatar belakangi rasa senang untukl mencoba. Bukan angan di waktu fajar yang telah saya sebutkan itu.

Akhirnya blogging is go on. Berjalan apa adanya, dengan dibumbui cita-cita awal untuk berbagi, untuk menyebar pengetahuan dan sebagainya-dan sebagainya. Akhirnya tanpa sadar saya sudah terlalu jauh masuk dunia ini, dan tanpa saya ketahui racun telah mulai menyebar. Racun apakah ? Racun yang muncul sebagai efek samping dari perjuangan untuk berbagi dan saling memberi itu, yang ikut menyelip dalam kesamaran yang dalam pada keinginan untuk bisa lebih berbagi. Dengan konsekwensi menambah jumlah teman.

Dari sinilah racun itu mulai masuk dan menyerang diri ini. Menambah teman, berarti harus banyak muncul di banyak tempat untuk dikenal dan ada yang mau berteman. Harus sering online, banyak memberikan komentar dan mengunjungi temapt-tempat baru. Dari sini efek samping itu beraksi, setelah memberikan komentar itulah, paling tidak kita akan menunggu untuk diberi komentar balasan, seolah orang yang telah kita beri komentar itu punya hutang pada kita. Padahal mereka tak meminta kita untuk mengisi komentar khan.

Harap-harap cemas akhirnya itulah yang terjadi, menanti kembalinya komentar yang telah kita sumbangkan itu kembali kepada kita. Hanya menanti, nampaknya tak akan berjalan mengembalikan pinjaman kita itu. Harus ada yang menarik mereka untuk datang dan mengembalikan pinjaman yang telah kita berikan. Posting, sebagai wahana pemikat untuk datang pun akhirnya tercipta. Terus berputar dan berulang, hal ini selalu terjadi, beri pinjaman, menunggu dan memberikan umpan. Jadilah semua itu menjadi semacam lingkaran setan yang tiada habisnya.

Masih lebih ganas lagi racun ini ternyata juga sangat piawai memanfaatkan perasaan dalam diri kita. Saat kita sering meminjamkan komentar kemudian menerima pengembalian yang berulang-ulang. Dari sinilah akan muncul kedekatan dalam kejauhan yang lebih mengokohkan keinginan untuk selalu saling berbagi. Racun akhirnya semakin dalam menyatu dalam darah daging kita. Tanpa terasa kita telah menjadi orang yang begitu berharap akan adanya 'pengembalian' komentar kita yang telah kita 'pinjamkan'. Hampir sama dengan orang yang ketagihan narkoba, selalu ketagihan dan ingin lebih, enggan untuk mengakhiri.

Setelah kita tergila-gila akan komentar balasan itu akhirnya kita semakin terseret ke dalam, kita akhirnya jadi orang yang gila akan traffict. Seolah kita menuhankan traffict, kita berusaha keras agar jumlah pengunjung kita banyak, dengan banyak cara. Lengkap dan semakin perkasa saja lingkaran setan yang menguasai dari kita. Kita telah masuk dalam cengkeramannya.

Kita telah terlupa dari keinginan awal untuk berbagi ilmu pengetahuan, berbagi wawasan. Akhirnya justru kita menjadi budak traffict. Tapi ada sedikit hal lain yang kadang saya pikirkan, tentang mereka yang terdampar ke blog kita melalui jalur penghubung search engine. Saya rasa mereka adalah orang-orang yang baik dan normal, mengunjungi, blog bukan karena ingin dikunjungi balik. Karena ingin memperoleh pengetahuan beru, bukan karena traffict. Dan disinilah sebenarnya kita harus bersikap senang andaikan kita selalu teringan cita-cita awal tersebut, bukan saat blog kita dibanjiri komentar dari orang-orang yang sebenarnya juga haus komentar juga.

Disinilah kita dapat membagi ilmu kita dengan tepat, sebagaimana mestinya. Dan disinilah gunanya kita. Sebenarnya disanalah kita mendapatkan cita-cita awal kita itu. Tapi sayang kita sudah terlalu mabuk untuk memperhatikannya. Kita anggap mereka yang tidak nampak itu bukan orang penting. Kita jauh lebih menyenangi orang-orang yang memberikan sapaannya dan meninggalkan jejaknya pada blog kit ameski itu tak lebih dari sekedar timbunan kata-kata sampah dan candaan yang kadang tak berguna.

Kadang saya merasa ini adalah upaya bangsa barat yang katanya lebih maju untuk menjadikan kita sibuk dan tidak begitu memperhatikan permasalahan yang ada di depan hidung kita sendiri yang sebenarnya lebih layak untuk segera kita tuntaskan. Manjadikan kita kita orang yang lebih sibuk dengan aktifitas ini yang membuat kita begitu silau terhadap diri kita. Kita merasa seolah kita itu orang yang banyak berpikir, banyak menetaskan ide-ide. Meski itu sebenarnya hanya ide untuk mencari kunjungan yang lebih. Dengan kini kita lalai dari memperhatikan diri kita sendiri, karena kita sudah merasa menjadi pemikir besar yang hebat, sehingga masalah pribadi kita adalah masalah yang sepele dan akan dapat dengan mudah kita selesaikan.

Tak terasa mereka -bangsa barat- telah sukses menyibukkan kita dengan aktifitas ini, sehingga kita lemah dalam mengatur diri kita sendiri. Kita akan dengan mudah dikuasai dengan keadaan kita yang seperti ini di masa mendatang. Semua merasa pemikir, hingga tak ada yang mau menghormati pemikiran orang lain. Karena mereka 'tahu' mereka adalah hebat. Negeri yang banyak 'pemikir' yang salaing adau pendapat itulah gamabranya. Sangat mudah untuk dirobohkan jika kita diserang secara tiba-tiba. Ternyata ada konspirasi yang sebegitu besarnya di balik ini semua.

Tulisan ini hanyalah hasil pemikiran sepihak dari saya, tanpa riset dan tanpa studi mendalam. Bisa benar atau juga salah. Maaf jika saya menggunakan kata 'kita' mungkin anda tidak terima untuk ini.

Wednesday, 25 July 2007

Bukan IPDN Kalau Nggak Sangar

Lagi-lagi hal itu terjadi, sudah berulang kali kita berteriak untuk membubarkannya tapi kita hanya orang-orang yang remeh. Kita bukan apa-apa jika dibanding mereka. Mereka akan lulus dengan pangkat sebagai camat kalau nggak mati dan diformalin dulu sedang kita nggak jelas mau jadi apa. Jadi jangan haren kalau mereka tetap teguh pada kebejatan pendiriannya. Siapa sih kita di depan mereka.


Lelahkah kita ? Pantaskah kita meneyerah ? Haruskah kita berhenti ? TIDAKKK

Kita tak akan menjadi baik kalau kita mengikuti apa yang mereka pikir. Kita adalah kita, lengkap dengan segala apa yang ada pada diri kita. Jangan pernah kita pikirkan isi otak para zombie praja itu eh memangnya mereka masih memakai otak, bukannya mereka udah mengganti otaknya dengan remot mereka khan udah nggak perlu mikir. Apa kata sang atasan itu yang mereka lakukan.

Sunday, 15 July 2007

Ngeblog Masuk Neraka

Masih seputaran yang kemarin, tentang banyaknya fasilitas gratisan yang aku manfaatkan tanpa kira-kira. Dan tanpa tata krama pula tentunya. Yang aku gunakan semauku tanpa mau melihat ke depan dulu, mampukah aku mengelolanya, dapatkah aku menjadi seorang perawat blog yang baik. Dan nyatanya semua aku hanya menyia-nyiakan mereka saja. Banyak yang tidak aku rawat, urus dan perhatikan. Dan semua hanya terkesan mencari enaknya saja dengan dalih belajar.

Dihitung dari besarnya space harddisk yang mereka keluarkan untuk diriku yang tidak bertanggung jawab ini sesungguhnya aku akan menjadi orang yang sangat bersalah dan banyak dosa. Kalau mau sekilas menghitung saja, dua di wp, satu di sini, dan dua lagi yang di googlepages semua totalnya sudah 600 Mb. Untuk membeli ruang simpan segitu saja kita sudah harus mengorbankan dana sekitar 100 ribu. Tapi nyatanya ngeblognya nggak sungguh-sungguh. Kurang tanggung jawab.

Itu baru yag untuk blog, belum lagi e-mailnya yang poaling dipakai untuk millist yang jarang-jarang dibuka dan dibaca serta dipelajari dengan bener isinya. Dua di gmail tambah pokoke sudah hampir delapan Gb. Dua di Yahoo ! sudah dua Gb. Tambahan Plasa 10 Mb. Semua digunakan tanpa rasa tanggung jawab yang kuat !

Apakah ini bukan kedzaliman ? Bukan sesuatu yang menyia-nyiakan. Dan jika semua blogger seperti saya apakah semua blogger tidak berdosa dengan yang seperti ini ? Mari, pompa semangat dalam berkarya agar tidak masuk neraka karena ngeblog !

Monday, 9 July 2007

Web master apa blog master ?

Tak terasa sudah hampir sebulan aku nggak ngasih posting baru di blog ini, kalaupun mampir paling cuma ngasih perubahan dikit di wajahnya. Tapi soal ngasih posting amit-amit, malesnya bukan main, bingung. Entahlah semua terasa berbeda dengan yang disana yang banyak posting. Yang ide itu seolah selalu mengalir begitu saja meski kadang juga agak seret, tapi yang di sini jauh lebih seret lagi. Tak tahulah, mungkin memang bukan bakat diri ini untuk menjadi seorang webmaster yang baik.

Dah deh, dari pada bingung, mau ngomong apa mending kita perhatikan kata-kata tadi, ngomongin soal jadi web master ? Emang bisa, sulit deh, ilmu aja sedikit gini kok mau jadi seorang master, ngimpi apa ? Tapi memang sebenernya kalo boleh nyombong mungkin memang bener kalo saya ada bakat jadi web master walaupun jadinya nanti entah jadi seorang web master macam apa. Entah web master yang jarang ngurus webnya atau web master yang nggak pernah sama sekali belajar untuk menghargai webnya dikarenakan semuanya gratisan.

Lihat saja daftar blog yang saya miliki yang tentu saja semuanya gratis ditambah pula dengan berbagai alamat e-mail yang juga berjubel dikarenakan gratis juga tentunya.

Alamat blog :
  • Utama nih, http://learnsimply.wordpress.com
  • Second, ya blog ini http://belajaraja.blogspot.com
  • Blog bayangan di wordpress juga punya, nggak bakalan disebarin dulu alamatnya.
  • Yang di multiply, http://axava.multiply.com terpaksa dafatar waktu mau donlot lagunya teh jurig.
  • Buat kasih lagu di blog ini juga musti daftar di http://axava.imeem.com
  • Nggak puas dengan satu account imeem, buat lagi, lupa alamatnya.
  • Yang ini bisa dibilang blog apa nggak ya, http://...... nggak jadi ah, kayaknya pribadi banget tuh, ada 2
Alamat e-mail :
  • Yang paling dulu itu di plasa. Punya satu, dibuat ikut milis, tapi berubung nisi suratnya bejibun jarang banget dibuka, males.
  • Lalu di Yahoo! dibuat ikut milis juga agak dikit isinya kadang dibaca.
  • Di gmail yang buat alamat utama e-mail blog ini, sama ikutan milis juga sama orang bule.
  • Di gmail lagi buat adminnya yang di wp.
  • Ikutan pokoke, sering kepake saat ada kabar dari multiply.
  • Daftar lagi di Yahoo! yang ini untuk memperbaiki nama waktu Y!M-an, soale nick yang dulu sama sekali nggak ada maksud dan maknanya jadi malu make' meski sudah dibuat dua profile dan yang baru disetting ke default nyatanya kalo Y!M-an masih pake' yang duluan.
Semena-mena ya .. Mentang-mentang nggak bayar aja. Jangan ditiru web master kayak gini, semaunya banget dan mungkin sebenernya ngugiin pihak yang nyediain. Eh dari tadi bilangnya web master, emang punya web ? ya udah ganti aja dengan blog master aja ya. :)