Monday, 20 August 2007

Andai Kita Dijajah Jepang 35 Tahun

Sekali lagi, diambil dari blog utama saya.

Gila !! Mungkin ini yang pertama terlintas dalam pikiran anda saat membaca judul posting ‘gila’ ini. Tapi, memang inilah hal yang terlintas dalam pikiran saya, karena saya terlalu lama memikirkan tentang perayaan kemerdekaan negeri ini saat ini, akhirnya saya justru merasa bahwa bahwa negeri ini sebenarnya memang belum pernah merdeka. Kita hanya pernah terlihat merdeka dengan dibacakannya Proklamasi oleh Bung Karno. Nyatanya setelah itu, kita masih diserang oleh Belanda, walaupun memang setelah melalui perjuangan yang berat akhirnya kita berhasil membuat mereka jera untuk datang ke negeri ini.

Namun setelah itu, kita juga bisa melihat, betapa negeri ini sebenarnya belum bisa menguasai dirinya sendiri. Terbukti dari kita pernah berubah-ubah sistem pemerintahan yang selalu berganti dalam kisaran waktu yang tidak begitu lama. Kita masih berganti-ganti dari RIS menuju Sistem Parlementer, ada pula NKRI, yang disertai pula dengan pergantian UUD yang pada akhirnya kembali pada UUD paling awal, UUD 45. Masa’ sebuah UUD yang merupakan dasar dari berdirinya sebuah negeri kok berubah-ubah. Hal ini khan menunjukkan bahwa negeri ini belum berdiri dengan mantap. Kita istilahnya masih coba-coba dengan berbagai sistem pemerintahan dengan mengikuti bangsa-bangsa yang pernah menjajah kita. Terlihat dengan jelas dari sini bahwa kita belum sepenuhnya bebas dari pengaruh mantan penjajah kita.

Dengan melihat kenyataan itu saya kemudian mengambil sedikit analisa ‘gila’ bahwa mungkin sebenarnya pada tahun 1945 kita itu sebenarnya belum siap betul untuk merdeka. Kita hanya berusaha memanfaatkan kesempatan yang terbuka lebar tanpa mau introspeksi diri dulu, modal apa yang kita bawa untuk merdeka ? Jadi saya punya kesimpulan bahwa Proklamasi adalah suatu hal yang terburu-buru saat itu. Proklamasi ‘45 adalah suatu kecelakaan dalam sejarah bangsa ini. Meskipun bila saya hidup pada waktu itu saya juga yaklin akan bersorak bahagia saat Proklamasi telah dikumandangkan.

Berawal dari analisa ‘gila’ itu pula akhirnya muncul bayangan dalam angan ini, andai negeri ini tetap menjadi negara terjajah saja bagaimana ya ? Tersiksa dan sengsara ? Pastinya, dijajah :( Tapi semua itu akan lain andai kita merdeka pada saat kita betul-betul siap untuk merdeka khan. Dan untuk menunggu kata siap itu saya jadi berpikir pada siapa kita akan minta dijajah ?

Jawaban yang muncul dalam waktu yang tak lama adalah JEPANG, mengapa ? Karena anda akan menemukan bangsa ini begitu lain dari kondisinya saat ini jika kita baru saja merdeka 30 tahun yang lalu dari Jepang. Coba, mari kita sama-sama memasukki imaginasi ‘gila’ ini.

Keuntungan pertama : Bangsa ini akan terbebas dari KORUPSI.

Mengapa ? Karena seperti yang kita tahu, dan kita bisa lihat dari apa yang sudah saya sampaikan di awal, bangsa terjajah itu akan cenderung untuk meniru apa yang dilakukan bangsa yang pernah menjajahnya dalam menjalankan pemerintahan. Jadi kita bisa melihat kalau orang Jepang saja cintanya kepada negerinya saja seperti itu, bagaimana mereka bisa korupsi ? Dan tentunya kita sebagai bangsa yang sudah pernah di jajah Jepang dalam waktu 35 tahun akan merasakan cinta yang dalam pula dalam hati kita kepada negeri ini. Kita juga tak akan tega untuk berkorupsi, merong-rong kekayaan negeri ini. Waktu 35 tahun, sepersepuluh dari waktu yang diperlukan Belanda untuk membuat kita terinfeksi dengan kebiasaan korupsi bangsa-bangsa barat saya rasa sudah cukup untuk menetralisirnya. Justru sebaliknya, bangsa ini akan menjadi bangsa yang sayang habis kepada negerinya.

Keuntungan kedua : Hutang kita tak akan sebanyak ini.

Kita lihat saat ini, berapa ratus trilyun hutang negeri ini, semua ini karena kita sudah merdeka dalam waktu yang cukup lama. Dan, pada saat itu, kita sebenarnya belum siap sepenuhnya. Sehingga tidak heran saat Presiden Soeharto menjabat dan ingin melakukan pembangunan yang besar, yang perlu banyak modal, jalan satu-satunya yang bisa kita tempuh adalah berhutang. Parahnya, kita berhutang pada rentenir kelas dunia semacam IMF. Jadilah bangsa ini menjadi bangsa yang pada generasi selanjutnya hanya menjadi bangsa yang kelimpungan kesana-kemari hanya sibuk untuk mencari uang untuk dapat mengembalikan pinjaman kita. Lagi-lagi kita hanya menjadi sapi perah bangsa barat, bangsa yang dahulu menjajah kita.

Banyangkan jika kita merdeka lebih akhir, kita sebagai bangsa jajahan Jepang pastinya tidak akan disisa-siakan begitu saja, walaupun kita dijajah, Jepang adalah sebuah negara yang banyak memproduksi barang-barang yang perlu untuk dipasarkan. Sebagai strategi bisnis, kita tentunya tidak akan begitu saja dijajah, pastinya akan ada sedikit usaha agar rakyat negeri ini bisa sedikit makmur dan mampu untuk membeli produk mereka. Bahkan mungkin kita akan jadi negara persemakmuran atau apalah. Sedikit berbeda dengan jika kita harus membangun semuanya sendiri bukan ?

Keuntungan ketiga : Jumlah rakyat negeri ini tak akan sebanyak sekarang.

Gimana bisa punya banyak anak ? Perang saja tidak kunjung selesai :) Dan ini adalah sesuatu kemudahan bengsa ini untuk bisa melaju, karena ibarat kapal, penumpangnya jauh lebih sedikit sehingga ringan untuk bergerak. Sama seperti Singapura dan Brunei barangkali. Banyak keputusan akan mudah dilaksanakan dengan jumlah pelaksana yang relatif lebih sedikit. Tidak banyak bicara.

Penduduk negeri yang sedikit selain lebih sedikit komentar dalam menghadapi aneka praturan dan tata tertib juga lebih mudah untuk menjaga kesehatannya dan juga mengurusi pendidikannya bukan. Pendidikan, generasi penerus yang cerdas adalah suatu investasi besar yang sangat menguntungkan bukan ?

Keuntungan Keempat : (Sedikit ada unsur SARA) Islam bukanlah pecundang.

Kita tahu, Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim paling banyak di dunia. Jika pada tahun 1945 Indonesia belum juga merdeka, atau negara ini terjajah lebih lama lagi, bangsa barat akan takut dengan semangat juang bangsa ini yang dilandasi dengan semangat jihad untuk merebut kemenangan. Dan, jika memang benar pada akhirnya nanti bangsa ini dapat merdeka karena usaha jihadnya, pastinya semangat keislaman di seluruh dunia akan semakin membara.

Bangsa-Bangsa Islam, dengan dilandasi pelajaran berharga dari runtuhnya penjajahan di negeri ini akan semakin terpacu untuk berjuang bagi yang belum merdeka. Bangsa-Bangsa Islam akan menjadi bangsa yang solid, bukan seperti saat ini. Setiap negara selalu sibuk dengan urusannya sendiri, sehingga saat ini kita disuguhi drama penjajahan bumi Palestina oleh bangsa Yahudi yang tak kunjung usai. Karena memang tak ada ‘Saudaranya’ yang mau membantu. Semangat Islam adalah satu, tak terikat dengan geografis dan peta kenegaraan telah hilang saat ini. Tak ada lagi rasa bahwa jika satu muslim di muka bumi ini disakiti maka layaknya satu badan, muslim yang lain juga akan merasakannya. Jika bangsa-bangsa Islam dapat bersatu, pastilah kejayaan barat seperti saat ini hanyalah igauan panjang yang tak pernah jadi kenyataan saja.

Saya kira cukup sekian dulu curahan hati postingan gila ini. Kiranya ada waktu lagi kita akan berbagi lagi. Namun, saya berharap anda berhati-hati dalam membaca postingan yang seperti ini, saya hanya seseorang yang tak punya kemampuan untuk melakukan apa yang telah para pejuang negeri ini lakukan, namun saya sok berbicara ini dan itu. Sok menggurui padahal saya bukanlah orang yang pantas untuk berkata seperti ini pada mereka. Maafkan aku wahai para pejuang negeri ini.

Lebih-lebih lagi postingan ini pada awalnya saja sudah memakai kata seandainya, yang mana dalam satu hadistnya Rasululah telah melarang kita untuk berpanjang-panjang pada hal yang mengandung kata seandainya, karena yang seperti itu adalah bersumber dari setan.