Friday, 8 June 2007

2010

Ada apa dengan 2010 ? Mengapa saya jadikan judul posting ini ? Halah... banyak tanya cepet kek buruan nulis ! Oke gini, aku tadi habis blogwalkging bentar di wilayah tetangga. Ada satu posting yang sedikit membuat saya jadi berpikir. Posting tentang keadaan bangsa ini, bagaimana dengan keadaan bangsa ini menghadapai era globalisasi yang kan semakin terbuka pada tahun itu.

Posting itu berisi tentang keadaan negara ini dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi 2010. Terutama dari sektor pendidikan. Kayaknya sebagian besar pendidikan di negeri ini memang benar belum dapat mnyiapkan generasi muda yang siap tempur dalam persaingan nanti ya ? Sebagian besar penduduk Indonesia pendidikan terakhirnya adalah SMA akan tetapi apakah ada SMA yang berbasiskan pada kompetensi untuk hari ini ? Aku rasa nga' deh, yang sedikit lebih mengutamakan kompetensi mungkin baru SMK. Dalam keadaan tak ada yang dapat diandalakan seperti itupun bangsa ini masih adem ayem saja, berbeda dengan Jepang yang mulai panik melihat perkembangan ekonomi China yang semakin membaik saja.

" Bahkan bangsa ini seolah pura-pura buta ". Yang aku kutib itu salah satu inti yang ia tulis. Memeng klo diliat untuk para pemimpin negeri ini mereka seolah kurang bisa berbuat sigap dalam mempersiapkan anak bangsa untuk menghadapi kompetisi ini. Itu klo diliat dari persiapan generasi yang akan datang. Klo diliat dari para orang tua khususnya yang hidup di desa mereka bahkan nga' tau sama sekali tentang perlombaan mempertahankan hidup seperti ini. Siapa yang salah ? Pemerintahkah ? Saya rasa tidak sepenuhnya, saya turut merasa bersalah karena saya pernah tau tapi juga tak memperhatikannya apalagi memberi tahu orang lain di desa yang lebih nga' tau.

Trus lagi postingan temen itu bilang klo kita para blogger itu mestinya memunculkan postingan yang lebih serius karena posting lkita itu merupakan gambaram kompetensi kita yang kita perlukan dalam persaingan. Uh maksa, sebagian besar blogger untuk saat ini khan hanya berkutat pada menulis keseharian [termasuk saya] jadi klo saya dipaksa untuk menjadi orang yang sok ahli, kayaknya malah akan ambah runyam deh suasananya. Orang nga' ahli sok ahli paling cuma akan memunculkan pertentangan pikiran dan debat kusir belaka yang tak ada akhirnya. Bukankah demikian itu malah merusak citra.

Posting apa lagi ini sejak kemaren nga' disono nga' disini pasti isinyan nga' jelas gini.