Sunday, 27 March 2016

Dari main - main menjadi serius

Banyak dari kita yang memulai melakukan sesuatu cuman sekedar suka atau penasaran. Pokoknya enjoy saja melakukan satu hal, walau mungkin awalnya menemui kesalahan dan kesulitan namun kita tetap bertahan untuk tenggelam lebih dalam lagi di situ.

Tak sedikit yang mengalami hal ini bukan. Dari yang awalnya susah dan perlu pembiasaan, jadi lebih terbiasa dan belajar lebih banyak hal tentang yang digeluti itu, akhirnya jatuh cinta dan tak mau lepas.

Mau ngomongin apa sih ini?

Hehehe... lama sekali tidak update blog ini, kali ini saya akan mengajak kamu untuk melongok masa lalu saya. Coba kamu lihat blog ini memiliki artikel pertama kali kapan?

Sudah ama banget pastinya. Sudah 8 tahun yang lalu. Dan posting itu menandai awalnya saya mulai mengenal dengan yang namanya template website (blogger tepatnya), mulai tahu kalau yang dilihat orang saat browsing itu disusun oleh script - script yang sama sekali tidak karuan dan nggak bisa dibaca layaknya sebuah novel atau cerpen.

Yah, walaupun perjalanan saya mengenal blogging dan menulis di internet dimulai dari blog yang ini, tapi untuk yang namanya belajar coding dan rasa ingin tahu tentang membuat website itu di awali dari berkenalan dengan blogger.com melalui blog ini.

Dari berkenalan dengan blog ini sedikit banyak pengetahuan tentang HTML, CSS dan berbagai hal lainnya bertambah.

Dari saat itu pula sudah tak terhitung berapa kali saya memutuskan untuk membuat sebuah blog dengan domain sendiri. Yah, meski tak ada satu pun yang custom domain blogger.

Saya lebih senang memakai WordPress karena template yang lebih bersih, struktur templating yang sangat fleksible dan masih di dukung dengan adanya plugins untuk menambahkan berbagai kemampuan tak terbayangkan dari sebuah blog yang saya ketahui sebelumnya.

Tak pernah kita tahu dimana akhirnya kegemaran kita

Dari sekedar kegemaran/hobby, saya makin suka menulis di blog saya yang terbaru setelah blog pertama itu. Sebuah blog dengan WordPress self hosted yang saya buat di awal tahun 2010, sekitar 3 tahun setelah saya mengenal blog pertama tadi yang sudah berisikan 192 artikel saat itu.

Blog baru ini sekarang sudah berisikan 260 artikel lebih, dengan berbagai topik yang saya anggap menarik.

Dari blog baru itu saya mulai belajar menghasilkan uang dari Internet. Walau tidak sebegitu besar seperti para master yang sering bersliweran statusnya di timeline facebook saya, tapi saya merasa bersyukur sekali bisa memperoleh pengalaman yang kebanyakan orang bahkan tidak memiliki gagasan kalau menghasilkan uang dari blog itu mungkin.

Bukan blog satu - satunya sih yang saya jadikan ladang mencari uang tambahan, bahkan ada blog berbahasa Inggris yang saya kelola juga. Dengan pengunjung yang tidak seberapa, justru kadang dollar yang dihasilkan membuat saya berdecak.

Next stage


Selapasnya ada beberapa blog lagi yang saya bangun. Nampaknya saya sudah kecanduan dengan yang namanya ternak blog, hehehe...

Sampai akhirnya saya berada di tempat ini, dimana saya putuskan untuk mendirikan jasa pembuatan website.

Nama website itu SragenWeb.com atau dikenal sebagai Jasa Pembuatan Website Sragen, karena saya ingin fokus dengan calon pelanggan di daerah saya.

SragenWeb.com menkhususkan pengerjaan website klien dengan menggunakan WordPress, karena saya sangat yakin dengan pengalaman saya sebelumnya, WordPress adalah platform terbaik untuk membuat website.

Selain pembuatan website, jasa saya ini juga menawarkan jasa untuk optimasi SEO dan juga copywriting.

Wednesday, 2 September 2009

Blogger.com lebih bersahabat dg mobile blogger

tSudah hampir sejam lalu saya mencoba untuk menulis sebuah posting dari hp Samsung saya ini. Tadinya mau mencoba buat posting di blog saya yang di wordpress.com. Tapi ternyata tidak bisa. Awalnya sih dah seneng banget bisa masuk dashboard dan melihatnya dalam kondisi yang sama persis dengan ketika menggunakan komputer. Tapi ternyata oh ternyata, ketika saya hendak membuat satu posting ternyata ga bisa. Kenapa? Karena textarea yang buat nulis posting ga juga terlihat, walau yang lain ada sih. Nyoba ngetik di excerpt, ringkasan, ga bisa keluar juga kalau diklik updatenya. Nyoba lewat edit post, ternyata bisa keluar, tapi g bisa diedit. Susah dah.

Saturday, 29 August 2009

Reallity n Hope

Ups, dah setahun lebih nggak ngisi blog ini, karena memang sudah hampir terlupakan. Bener-bener saya lupa pada blog ini hingga pada beberapa saat lalu saya menemukannya kembali saat melihat-lihat link yang mengarah ke blog saya yang lama di wordpress. Terlalu banyak hal lain yang saya lakukan diluar blog ini hingga saya lupa akan dia. Mulai dari forum, blog yang di wordpress dan juga blog berbayar saya. Semuanya sudah sukses menguras perhatian saya. Disamping aktifitas off line yang juga menuntut perhatian lebih tentunya.
Nggak tau mengapa pula saya begitu ingin untuk kembali menulis di sini. Semoga saja semuanya akan jadi awal kedua yang baik di blog ini.

Tuesday, 13 May 2008

Dari Sahabat Untuk Sahabat

Bismillah…
Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.
Khalifah ‘Umar

TIPUAN TERBESAR

Saudaraku mungkin kadang bahkan sering kita tidak merasakan kalau kadar iman kita sering turun dengan sangat drastis dalam menghadapi kehidupan ini. Memang kehidupan ini adalah suatu godaan yang sangat menggiurkan bagi kita, karena di dunia inilah berjuta keindahan dan manisnya madu dipamerkan kepada kita, semua yang manis dan menyejukan mata disodorkan dengan sangat dekat kepada kita. Karena memang semua ini adalah cobaan dari Allah SWT kepada kita para hamba-Nya untuk mengetahui seberapa beriman dan teguhkah hati kita dalam memegangi bara ketaatan yang terasa panas dan tidak menyenangkan bagi nafsu yang selalu mengiringi diri kita.

Semua hal yang terjadi di dunia ini seringkali membuat kita merasa begitu sibuk, merasa kalau waktu yang kita miliki itu masih jauh dari cukup untuk sekedar memenuhi apa yang kita inginkan. Kita seringkali lupa makan, istirahat bahkan tidur. Pada keadaan yang seperti ini, Jangankan untuk memikirkan ibadah, tidur saja kita bisa lupa. Sehingga sangat mungkin karena seringnya kita melupakan ibadah kita tersebut, sangat bisa dipastikan kalau iman di hati akan semakin terkikis karena sama sekali tak dipupuk dengan mendekatkan diri padanya. Perilaku menomorsatukan dunia dan melupakan ibadah dan Akhirat pun sangat mungkin tejadi, kita lupa akan dua ayat Allah dalam surat Al-A’raf berikut :

50. Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga: ” Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu.” Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,

51. (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka.” Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

Saudaraku, marilah kita bersama mencoba untuk mengingatkan diri kita sendiri dan juga orang disekitar kita akan hal tersebut. Semoga kita selalu diberi kemudahan oleh-Nya untuk selalu ingat akan hal tersebut. Dan semoga kita dilindungi Allah SWT dari hal tersebut, sehingga kita tidak termasuk hambanya yang tanpa sadar telah kafir karena memperainkan agama, lalai akan pertemuan dengan-Nya dan ingkar akan ayat-ayat-Nya. Sihangga kelak, tak lain dan tak bukan yang kita peroleh hanyalah siksa dan bara yang panas membara.

Amin !

Ahli Tareqat

Ahli Tareqat/Torikot dalam tulisan ini saya maksudkan dengan mereka orang-orang yang kadang menyebut dirinya ahli tirakat. *maaf jika pengertiannya kurang jelas* Mereka dalam kehidupan seringkali tidak melakukan ibadah dengan benar. Dan menyebut orang-orang yang siang malam berusaha dalam menjaga hatinya dengan melakukan amalan-amalan wajib semacam shalat dengan ‘orang syari’at’.

Berdasar apa yang telah saya ketahui dari mereka, dari salah satu orang yang secara jelas mengaku ikuttareqat semacam itu, mereka adalah orang-orang yang lumayan fanatik dengan para ulama sufi dari masa-masa yang telah lalu. Di mana orang-orang sufi ini sudah bisa kita lihat perilaku menyimpangnya dalam perbuatan mereka sehari-hari. Mereka tidak mau bekerja, hari-hari hanya dilewatkan dengan beribadah, tanpa mau mengurus keluarga sebagai konsekwensinya yang pasti. Di mana dasar dari mereka adalah mereka ingin melepaskan hidup ini dengan hanya untuk beribadah kepada Allah semata. Mereka lantas meninggalkan kehidupan dunia dengan berbagai macam rutinitasnya.

Dan meninggalkan dunia ini secara sepenuhnya bisa dibilang sesuatu yang melanggar syari’at. Allah telah berfirman dalam berbagai ayat-Nya bahwa kita itu boleh menikmati dunia ini. Kita boleh memanfaatkan apa yang ada di dunia ini untuk memenuhi kebutuhan kita. Selama semua itu tidak berlebih-lebihan kita sah-sah saja untuk memeanfaatkan dan mendayagunakan apa yang ada di dunia ini.

Dan para ahli tareqat pun demikian meski mereka tetap mau bekerja tapi dalam kenyataan dan kehidupan ini mereka tetap memakai berbagai anggapan salah dalam kesehariannya. Salah satunya adalah mereka merasa bahwa kita dalam hidup ini beribadah hanya untuk Allah semata sehingga tidak perlu untuk menampakkan ibadah kita pada orang lain. Sehingga saya sering melihat mereka itu jarang melakukan shalat. Karena shalat mereka hanya untuk Allah *hal ini tentunya juga berlaku pada kita, hanya untuk Allah* sehingga seolah segenap amal mereka itu tidak boleh dilihat orang lain. Mereka melakukan ini dengan alasan untuk menjaga kemurnian hati, agar ikhlas tetap tertanam dengan kuat dalam diri.

Dan karena mereka berpikiran untuk tetap menjaga hatinya itulah hal-hal serupa banyak yang mereka lakukan, mulai dari shalat, yang sering mereka ganti dengan berdzikir yang menurut pengakuannya mereka lakukan sepanjang napas mereka masih terhembus. Kita ditanya tenyang hal ini mereka akan menjawab bahwa tuuan shalat adalah untuk mengingat Allah, jadi antara shalat dan dzikir itu sama saja, tidak ada bedanya. Bukankah dengan dzikir kita sudah ingat Allah. Dan itu adalah sama dengan shalat. Salah satu hal lagi adalah mereka tidak mau menda’wahkan apa yang mereka amalkan dan yakini itu kepada khalayak, *bukankah apa yang mereka lakukan adalah hal yang benar menurut mareka ? * dengantujuan yang sama ‘menjaga keikhlasan’ .

Mereka tidak akan mau berda’wah kepada kepada orang yang mereka anggap ‘orang luar’ . Entah dengandasar apapembedaan ini. Tapi dasri sedikit apa yang saya tuturkan tadi kita bisa mengambil sedikit kesimpulan , bahwa ada kesalahan-kesalahan dalam pengamalan agama mereka.

Dengan dalih menjaga hatinya tersebut, mereka tidak mau amal mereka itu dilihat oleh orang lain. Kemudian ujungnya mereka menggantinya dengan dzikir yang menurut mereka sudah ’sama’ dengan shalat. Bukankah ini suatu pelanggaran yang nyata terhadap syari’at ? Shalat adalah suatu perintah yang jelas-jelas dijelaskan dalam Al Qur’an. Shalat adalah sesuatu yang wajib, tidak bisa tidak shalat itu harus kita kerjakan dengan segenap aturan yang menjelaskan tentangnya. Dengan rukun, syarat sunahnya dan ketentuan-ketentuan lainnya dalam pelaksanaannya, termasuk waktu pelaksanaan dan batas-batasnya.

Bukankah ini sungguh suatu kesesatan ? Dengan dasar pemikiran awal yang terlihat begitu benar menurut syari’at tapi akhirnya mereka justru terdampar dalam kesalahan yang begitu mendalam. Mereka telah berani melanggar aturan agama ini semau mereka, bahkan lebih dari itu mereka telah membuat suatu syari’at terbaru dalam beribadah, mereka mendustakan Allah dengan jalan mendustakan perintah-Nya. Mereka merasa lebih unggul terhadap Rabb mereka, dengan membuat ‘pembaharuan’ yang mereka lakukan dengan ceroboh dan mendewakan akal manusia yang sangatlah terbatas.

Dalam Al Qur’an belum pernah kita menemukan adanya dalil yang menjelaskan bahwa suatu ibadah itu sama saja dengan ibadah yang lainnya, meski ada kemiripan hasil yang kita dapat dari ibadah tersebut jika kita melakukannya. Tidak ada bukan ? Apalagi iabdah yang mampu menggantikan ibadah yang lain, sangat tidak mungkin bukan ? Dri sini mungkin secara kasar kita bisa saja mengatakan bahwa mereka sudah keluar dari agama ini tanpa mereka sadari, karena mereka telah berani mendustakan perintah Allah. Dan ini merupakan suatu pengingkaran terhadap kebenaran Allah juga. Apakah mereka masih beragama jika mereka tak meyakini-Nya ?

Tanpa sadar iblis telah menyesatkan mereka, dari berawal untuk menjaga hati akhirnya mereka terperosok begitu jauh. Meninggalkan perintah Allah. Kemudian dengan tanpa sadar lagi mereka akhirnya berani membuat suatu syari’at baru menurut hawa nafsunya. Mereka telah begitu jauh tersesat. Na’udzubillah. Semoga kita terhindar dari fitnah keji setan yang semacam ini.